Page Tab Header

Thursday, August 10, 2006

Cerita: Kontol Gede



Ampun bang, kontol elo gede banget

Berulang kali aku melintasi tempat proyek pembangunan tower listrik tersebut selalu saja aku lihat ke empat pekerja yang sekitar 20-an tahun tersebut bekerja di lokasi itu, tak banyak orang lain ditempat tersebut karena agaknya pembangunan tower listrik tersebut sedang dalam proses penyelesaian saja, membersihkan puing yang tersisa karena disana disini banyak teronggok puing besi dan kabel serta beberapa onggokan kayu yang agaknya bekas penyangga tower tersebut ketika hendak ditegakkan. Pagi hari ini kembali aku melintasi tempat tersebut, tampak ke empat pekerja sedang bersimbah keringat menarik onggokan besi menuju tempat tumpukan puing, dua pekerja hanya mengenakan celana jeans lusuh bertelanjang dada dengan aliran keringat membentuk liku liku aliran keringat yang berkilauan disekujur tubuh mereka yang kekar berotot dan dua pekerja lainnya masih memakai baju namun tak kalah sexy karena baju tersebut telah basah kuyup juga menempel kekulit tubuh mereka... duh! pikiran aku langsung ngeres melihat pemandangan yang sangat menggetarkan nafsu binatangku dan tanpa terasa kontolku langsung mulai berdenyut mengeras didalam celana, buseeet. Dikantor aku menjadi kurang konsentrasi dalam menyelesaikan berkas dokumen yang menumpuk didepan mejaku sehingga aku terpaksa over-time untuk dapat menyelesaikannya hingga tuntas. Jarum jam telah menunjukkan pukul 21.00 ketika aku berkemas meninggalkan kantor, seluruh tas dan peralatan sengaja aku tinggalkan di laci meja kantor karena sepulang dari tempat sialan ini aku hanya punya satu tujuan yaitu ke lokasi proyek pembangunan tower listrik tersebut untuk menikmati tubuh kekar liat berotot ke empat pekerja muda perkasa yang menggoda nafsu syahwatku tersebut. Turun di halte dekat lokasi tersebut, gelap temaram, aku berjalan perlahan menuju tower listrik yang hampir selesai. Sejenak timbul keraguan apakah aku meneruskan rencana awal tersebut atau tidak, termangu dan tiba tiba terdengar suara yang menegurku "Ada apa mas ?" aku menoleh kearah suara yang menegurku itu dan serrr... salah seorang pekerja proyek tersebut ternyata telah berada didekatku, dia menyandang handuk kumal dibahunya yang bidang dengan kantong plastik hitam ditangannya yang satu lagi, agaknya hendak mandi bebersih diri "Mmm... oh, mau numpang kamar mandi, boleh gak?" jawabku membuat alasan yang timbul secepat kilat dalam benakku ketika melihat dia "Oh... boleh aja, aku juga mo mandi, yok..." Aku mengikuti langkahnya menuju kamar mandi yang dimaksud, hmm... ternyata sebuah tempat hanya dibatasi oleh pagar seng, terbuka tanpa atap, tak jauh dari lokasi tower tersebut. "Silakan mas" kata pekerja tersebut "Oh... ya, masuk sama-sama aja, gak papa koq" kataku, berusaha untuk tidak kehilangan kesempatan menikmati pemandangan tubuh kekar seorang pekerja muda yang telah berada tepat didepan mata. Tanpa ada rasa sungkan pekerja tersebut membuka celana setelah menggantungkan handuknya diseng pembatas kamar mandi tersebut dan melangkah masuk kedalam kamar mandi tersebut dengan kontolnya yang item gede bergelayutan kekanan kekiri mengikuti irama langkahnya membuat dadaku bergemuruh melihat pemandangan tersebut. Tanpa membuang waktu akupun menanggalkan pakaianku dan mengikuti masuk kedalam kamar mandi tersebut menuju jamban jongkok yang ada disudut, berpura pura mau buang air besar namun mata tak pernah lepas menatap sekujur tubuh pekerja tersebut yang mulai mengambil air dengan timba dari dalam sumur darurat kamar mandi itu. Guyuran air membasahi tubuhnya dalam temaram gelap malam didalam kamar mandi darurat tersebut sementara aku duduk berjongkok sambil mengepulkan asap rokok seolah masih saja buang air besar padahal kontolku tak dapat berbohong karena telah membesar dan mulai berdenyut seirama denyut nadiku yang semakin menggelora memandang tubuh telanjang kekar berotot yang tengah dibaluri sabun. Segera aku beranjak dari jamban seolah akan cebok membarsihkan hajat sementara si pekerja dengan tubuh masih bersabun bergeser memberikan tempat untuk aku. "Sini, aku bantu sabunin belakang badan lo" kataku ketika selesai cebok "Ah, ga usah..." kata pekerja tersebut "Ga papa koq, enak kalau belakang badan dibersihin orang" kataku tanpa menunggu persetujuannya langsung menjamah tubuhnya yang telanjang bulat dan mulai mengusapkan sabun di belakang tubuhnya. Umm... bukan main liatnya daging tubuh orang ini batinku sementara tanganku masih saja mengusap usapkan sabun dibelakang tubuhnya sambil sesekali memijat tubuhnya membuat pekerja itu tampak semakin rileks dan membiarkan tanganku menjalari tubuhnya. Tidak lama kemudian kedua daging pantatnya, pahanya, betisnya, sudah aku usap dengan sabun dan... tiba tiba dia berbalik sementara aku tengah berlutut menyabunin betisnya sehingga kontolnya yang ternyata sudah ngaceng tegak berdiri membentuk sudut dengan perutnya yang rata hampir saja memukul wajahku. Segera saja kontol tersebut aku genggam dengan tanganku yang masih penuh bersabun dan mulai mengocok menyabuni kontol tersebut. "Arrgghh... enak mas, sshh" desis pekerja tersebut "Umm... ntar gw buat lebih enak lagi" kataku sambil membilas kontolnya dengan air agar bersih dari sisa busa sabun dan hap... langsung aku masukkan kepala kontolnya yang gede itu kedalam mulutku yang sudah sedari tadi tidak sabar untuk mencicipi kontol pekerja ini, membuat dia menggelinjang menggeliat sembari menghunjamkan kontolnya yang gede itu agar lebih dalam lagi masuk kedalam mulut aku, dan lebih dalam lagi hingga menyentuh pangkal kerongkonganku Pintu kamar mandi berderit dibuka, sambil terdengar suara pekerja lainnya "No, ngapain aja lo, koq..." Sejenak aku terkejut dan berusaha melepaskan kontol yang tengah memenuhi rongga mulutku itu, tapi dicegah oleh yang empunya kontol dengan memegang belakang kepalaku agar kontolnya tetap terhunjam dalam dimulutku "Gak papa mas, lanjut aja... aahhh, sshh" katanya "Ooo... lagi ngentot to" kata pekerja yang baru masuk sambil tertawa kecil, sementara kontolnya sudah keluar dari celana jeans belelnya karena mau kencing. Segera saja kontolnya aku sambar dengan tanganku sementara mulutku masih tersumbat dengan kontol gede si No, dan mengarahkan kontol pekerja yang baru masuk itu kearah mukaku dan... serrr.... air kencing mengalir hangat dengan derasnya melalui kepala kontol yang mulai mekar merekah membasahi wajahku yang sedang dientot oleh kontol si No. "Gantian diisep No..." kata pekerja yang baru saja menyiramkan air kencingnya diwajahku itu sambil menyorongkan kontolnya yang tak kalah gede dengan kontol yang sedang berada dimulutku. Tanpa melepas celananya dia menghunjamkan kontolnya yang tegak berdiri perkasa keluar dari risleting celana jeans belelnya menggantikan kontol si No, sementara si No membilas tubuhnya yang masih bersabun dan tak berapa lama kemudian beranjak ke belakang tubuhku sambil membasahi lobang pantatku dengan ludahnya dan sesekali memasukkan jari telunjuknya kedalam lobang pantatku. Terasa kepala kontol si No mulai menyeruak membuka cincin lobang pantatku dan blesss... dia menekan kontolnya yang keras itu dengan kekuatan penuh masuk kedalam lobang pantatku membuat aku sedikit berteriak lirih hampir tak terdengar karena dimulutku penuh dengan kontol pekerja yang baru masuk tadi. Kini hanya desah dan erangan yang terdengar didalam kamar mandi darurat tersebut ketika kedua pekerja itu merojokkan batang kejantanannya dimulut dan dilobang pantatku, bagaikan orang kesurupan mereka menghajar mulut dan lobang pantatku dengan ganas, semakin lama semakin cepat rojokan kontol mereka dan semakin dalam masuk, semakin cepat semakin dalam, semakin cepat dan.... aarrgghhh, hampir bersamaan kedua pekerja tersebut berkali kali melenguh mengejang mencengkeram erat tubuhku dan berkali kali memuntahkan pejuh hangatnya berkali kali memenuhi rongga mulut dan rongga ususku, menuntaskan hasrat kejantanan mereka yang entah berapa lama terkekang ketika berada dilokasi proyek tersebut. Tanpa kami sadari ternyata kedua pekerja lainnya sudah berada diambang pintu kamar mandi yang telah terbuka lebar menyaksikan permainan kami, sementara mengelus elus kontol mereka juga telah ngaceng tegang berdiri sempurna penuh berleleran precum keluar dengan gagahnya dari celana mereka yang terbuka... bahkan kontol yang satunya lengkap dengan piercing anting cincin baja putih gede menghias di frenulum kontolnya "Gantian dong..." kata salah satu dari mereka Mataku terbelalak melihat kontol kedua pekerja yang baru datang karena ternyata lebih gede, lebih berurat dan lebih perkasa dibanding kedua kontol yang baru saja menghajar lobang pantat dan rongga mulutku. Kembali lagi aku yang telanjang bulat didalam kamar mandi darurat ini dihajar dirojok dientot oleh kedua kontol gede milik pekerja yang muda gagah perkasa hingga berleleran pejuh mereka tumpah ruah mengalir dari sudut bibirku dan dari lobang pantatku yang sudah terkuak lebar. "Malam ini tidur di bedeng aja yah...kita lanjutin lagi" kata salah seorang pekerja tersebut ketika mencabut kontolnya yang sudah licin berlumuran pejuh dari lobang pantatku. Ampun bang, kontol elo-elo pade gede buanget ! aku menjerit tapi dalam hati saja karena siapa sih yang mau kehilangan kesempatan emas ini ?



Setelah mereka puas memuncratkan pejuh kedalam tubuhku aku dan pekerja yang dipanggil No (ternyata belakangan aku tahu ia bernama Tarno)keluar dari kamar mandi tersebut menuju bedeng tempat mereka tidur. Aku hanya memakai celana saja sedangkan bajuku aku sandang dibahu, Tarno telanjang bulat berjalan dengan santai menuju bedeng mereka... gila bener ini anak, pikirku, betapa beraninya dia berbugil ria ditempat terbuka seperti ini walaupun malam semakin kelam namun tak tertutup kemungkinan ada saja orang yang masih melintas ditempat tersebut. Sebelah tangannya memegang baju dan celananya yang bergulung gulung dan sebelah lagi tangannya melingkari pinggangku, terasa betapa kekar dan keras telapak tangannya ketika menyentuh kulit pinggangku yang putih halus mulus. "Aku masak mie dulu yah" kata Tarno ketika kami masuk kedalam bedeng tersebut, dia melemparkan gumpalan baju dan celananya ke dipan yang ada dalam bedeng tersebut dan melingkari pinggangnya dengan handuknya yang kumal itu kemudian beranjak keluar bedeng menuju tempat mereka memasak makanan sementara aku merebahkan tubuhku yang terasa penat di dipan tersebut sambil memejamkan mata masih membayangkan adegan demi adegan perkentotan kami tadi di kamar mandi darurat tersebut. Lelehan pejuh hangat masih terasa menetes mengalir perlahan dari lobang pantatku yang masih terkuak lebar akibat sodokan kontol kontol gede milik pekerja muda perkasa itu... arrgghh, aku menarik nafas dalam. Tak berapa lama terdengar suara teman temannya yang saling bercanda datang mendekat kearah bedeng siap untuk menikmati mie sajian Tarno yang telah siap untuk disantap. Tarno masuk kedalam bedeng membawakan sepiring mie buatannya untukku, ahh... betapa baik hatinya dia, masih mau berbagi makanan walaupun mereka dalam keadaan serba kekurangan. Aku menikmati sajiannya sambil memandang kubuhnya yang jongkok mencangkung menikmati makanan buatannya sendiri. Dalam temaram lampu teplok yang ada dalam bedeng tersebut mataku menjelajahi bentuk badannya V-shaped, dada bidang dihiasi otot dada yang menyembul dengan puting susu yang gede item, perutnya rata berotot six pack yang terbentuk akibat kerja kasar yang digelutinya selama ini, otot bahunya kekar dengan otot biseps yang kekar pula... duh, betapa menggiurkan tubuh Tarno bagi pria sakit seperti diriku ini, dari celah handuk yang terbuka tampak pahanya yang gede berotot dan kedua betis yang kekar ditumbuhi oleh sedikit bulu kaki. Kontol Tarno yang dalam keadaan tidur saja sudah membuat aku terpana karena bentuknya yang kokoh kepala kontol ekstra besar bagai helm tentara dan kedua biji pelernya yang menggemaskan tergantung disana... seandainya Tarno mendaftar menjadi penari strip di klub sejenis Two Faces pastilah dia akan segera menjadi primadona.. he he he, mutiara dalam lumpur, hatiku membatin. "Heh, dah selesai blon ?" suaranya memecah keheningan didalam bedeng tersebut, menyentakkanku dari lamunan sesaat. "Eh... udah, eh..." aku menjawab sekenanya dan sedikit malu karena tertangkap basah olehnya ketika memandang kontolnya yang tersembul dibalik handuk yang dililitkannya dipinggangnya tersebut. "Napa seh, masih mau ini lagi ?" kata Tarno sambil menggenggam kontolnya yang keluar dari balik celah handuknya sambil bangkit dan berjalan kearahku yang masih duduk di dipan. Aku mengangguk perlahan dan tersenyum melihat tingkahnya itu, aroma segar khas tubuh lelaki muda yang baru mandi segera menerpa indera penciumanku ketika Tarno semakin mendekat membuat lobang pantatku kembali berdenyut denyut tanda minta untuk segera dipuaskan kembali. Dia mengambil piring bekas makananku tadi dan menyingkirkannya kebawah dipan seraya berbaring telentang di dipan, handuknya terkuak sehingga kontolnya yang mulai membesar tampak menjulang keluar dan... "Isep lagi dong..." pintanya padaku Tanpa menunggu lebih lama lagi segera saja kontol Tarno aku genggam dan ujung lidahku mulai menjelajahi lobang kencing dikepala kontolnya, mengkilik-kilik lobang kencingnya sehingga Tarno mulai menggeliat geli menggeol-geolkan pantatnya kekiri kekanan seirama dengan kilikan ujung lidahku dilobang kencingnya itu. Kontol Tarno segera mengeras membesar didalam genggaman tanganku, precumnya kembali membasahi lobang kencing meleleh membuat kepala kontolnya yang merekah itu mengkilap, ujung lidahku menjelajahi pinggir kepala kontol Tarno sambil tetap mengkilik-kilik dan berhenti agak lama dibagian frenulum kontolnya untuk selanjutnya kembali ke lobang kencingnya yang sudah dibanjiri oleh precum yang hangat asin menyegarkan itu. Dengan sebelah tangan kancing celana aku buka dan pelorotkan sementara tangan yang sebelah lagi tetap menggenggam batang kejantanan Tarno yang saat ini sudah tegak menegang ngaceng penuh. Aku menaiki tubuh Tarno yang telentang di dipan tersebut dan mengarahkan kontolnya kelobang pantatku yang sedari tadi sudah tak sabar lagi untuk dirojok kembali oleh kontol gede milik pekerja proyek tower listrik ini dan ploph... tanpa susah payah kepala kontol Tarno sudah menjebol cincin anusku yang masih terkuak lebar dan licin oleh sisa pejuh mereka, dengan perlahan menikmati senti demi senti gesekan kontol Tarno didalam liang anusku, aku turunkan pantatku menelusuri batang kontol Tarno sampai bles ambles ke pangkal kontolnya membuat jembut Tarno menggelitik pinggir lobang pantatku, sementara kedua tanganku mengusap meremas perutnya naik keatas kedadanya yang bidang dan mempermainkan pentilnya yang item gede itu. Tarno mengeliat geliat membuat kontolnya seakan mengaduk aduk liang anusku dan menyentuh kelenjar prostatku didalam sana... arrgghh, kontolku segera ngaceng berat. Dia mengerak-gerakkan kakinya seakan mengayuh sepeda ditanjakan jalan sambil sesekali mengangkat bokongnya sehingga kontolnya menghunjam semakin dalam dan terpelintir-pelintir didalam lobang pantatku... ssshhh, ahhh... "Mas... oh, lobang pantat elo lebih enak dari memek... sshhh, ahhh..." Tarno mendesah sementara kedua tangannya yang kokoh dan kasar itu mengusap kedua pahaku sambil sesekali kearah kedua daging pantatku berulang kali menguak dan menutupkan belahan pantatku yang berisi batang kontolnya mengikuti irama hunjaman kontolnya yang gede itu. Kini mulutku mulai menjilati dadanya, lehernya dan berusaha kearah bibirnya tapi tampaknya Tarno tidak suka dicipok (umumnya str8 tidak suka kissing), bahunya yang bidang itu aku gigit perlahan membuat Tarno terngial ngial sambil tetap menghunjamkan kontolnya yang gede itu kedalam liang anusku. "Gile lo No... udah ngentot lagi !" salah seorang dari pekerja masuk kedalam bedeng melihat kami tengah bergumul di atas dipan tersebut "Ho oh Ben... ahh, abis uenak banget sih, sshh" Tarno terengah engah menjawab temannya yang bernama Beni itu sementara aku tidak memperdulikan kehadiran temannya dan semakin lama semakin cepat aku menggeol-geolkan lobang pantatku menikmati setiap gesekan hunjaman dan denyutan kontol Tarno yang gede hangat membara itu didalam liang anusku "Gua ikutan yak..." kata Beni, tanpa menunggu persetujuan kami dia sudah mengeluarkan kontolnya dan..... ohhh, lobang pantatku terasa dikuakkan lebih lebar lagi ketika kontol Beni yang keras dan tak kalah gede dari kontol Tarno berusaha masuk bareng dengan kontol Tarno kedalam liang anusku "Arrgghhh... enak mas, ohhh entotin aku mas, entotin aku... ahhh, sshhh aarggghh" aku terpekik histeris ketika kedua kontol gede itu secara bersamaan menghunjam sedalam mungkin kedalam liang anusku sementara kedua tangan Beni dari arah belakang masuk disela ketiak meremas kuat payudaraku dan memilin-milin putingku, tangan kasar Tarno mengocok kontolku dengan ganas dan liar. Gelora nafsu jantan kedua pekerja yang dahaga akan kepuasan seks membara membakar tubuhku yang tengah terlonjak lonjak akibat entotan mereka, udara didalam bedeng semakin hangat membuat ketiga tubuh kami licin berbalur dengan keringat dan lenguhan demi lenguhan bagaikan sapi jantan tengah mengentotin betinanya memenuhi ruangan bedeng sempit itu. Diatas dipan di dalam bedeng itu tiga tubuh lelaki menyatu basah berkilat berkeringat bergulingan tanpa sekejappun melepas kontol mereka dari liang sanggamaku dan kini Beni berada dibawah kontolnya masih juga masuk kandas kedalam lobang pantatku dan Tarno kini berada diatas dengan sekuat tenaga mudanya mengentotin menghajar lobang pantatku yang berisi kontol Beni hingga mengeluarkan suara kecipak kecipok yang menambah gairah kami bertiga "Ohh... sshhh, enak buanget mas, arrgghh... enak buangeettt, entotin aku mas... entot yang kuat mas... entot yang dalam mas... sshhh, ahhhh, sshhh.... arrrrghhh" setengah meracau aku merintih keenakan dientot oleh dua kontol gede secara bersamaan di lobang pantatku yang sudah dedhel dower dibuat kedua pejantan tangguh ini. Kembali kami bergumul bergulingan berlumuran keringat yang semakin membanjiri ketiga tubuh telanjang dan dalam seketika Beni mencabut kontolnya... ploph ! dan segera mengarahkan kontolnya yang merah membara mengkilap dan ngloco didepan mukaku sementara aku masih menduduki kontol Tarno yang semakin cepat dan semakin dalam keluar masuk menghunjam dilobang pantatku. Ketika kocokan kontol Beni semakin cepat dan sesaat sebelum dia memuncratkan pejuhnya, tiba-tiba Beni memasukkan kontolnya kedalam mulut Tarno yang tengah terbuka terengah-engah seirama dengan hunjaman gerakan pinggulnya mengentotin lobang pantatku "Isep No, dari dulu gua pengen entotin mulut elo No, ayo isep!" setengah memerintah Beni menghunjamkan kontolnya yang gede kedalam mulut Tarno dan crrroooot.... crrrooott.... tubuh Beni bergetar hebat ketika memuntahkan pejuhnya didalam mulut Tarno yang tidak sempat protes apapun dan hampir bersamaan juga aku merasakan semburan liar pejuh Tarno diiringi dengan hentakan hentakan keras kontolnya didalam lobang pantatku... arrgghhhh enak banget mas, uuhh enak buangeet. Kedua tubuh pemuda pekerja itu terengah-engah terkulai telentang di dipan tersebut setelah keduanya memuncratkan magma pejuh panas membara, aku menjilati membersihkan kedua kontol mereka persis seperti induk kucing yang tengah memandikan anaknya dengan jilatan berulang kali dan berulang kali hingga bersih. Hmm... yummy



Seharian ketika bekerja dikantor, lobang pantat aku terasa perih karena kemarin malam telah dihajar oleh 2 kontol sekaligus, yaitu kontol Tarno dan kontol Beni. Kedua kontol tersebut gede-gede, duh... ampun bang, kontolmu gede banget. Tapi aneh, dalam keperihan tersebut muncul kerinduan yang mendalam akan hajaran kontol pekerja tersebut kembali untuk memenuhi liang sanggama aku, entahlah... semakin menjelang petang aku semakin gelisah ingin segera kembali bertemu dengan mereka untuk menikmati gumulan sodokan muncratan yang penuh nafsu jalang membara dari pekerja muda perkasa tersebut.

Matahari telah condong ke barat ketika aku menghampiri lokasi proyek itu kembali, dan Beni menyambut kedatanganku dengan ramah dan mesra sedangkan 3 orang lainnya tak tampak batang kontolnya disana. Beni segera menarik tanganku untuk masuk kedalam bedeng tempat mereka menghajar lobang pantatku tadi malam dan memeluk tubuhku dari belakang dengan erat seraya menggesek gesekkan tonjolan kontolnya yang telah membonggol menggunduk didepan celana pendeknya ke celah daging pantatku. Terasa olehku kontol Beni sedemikian meregang karena dia tidak memakai celana dalam, sementara kedua tangannya menggerayangi puting susuku dan meremas kontolku yang juga segera mekar meradang hendak keluar dari tempat kurungannya.

"Kontol elo gede juga yah" bisik Beni ditelingaku, sedemikian dekatnya sehingga bibirnya menyentuh daun telingaku ketika ia membisikkan kata tersebut membuat aku menggelinjang geli dalam dekapannya.

"Akh, hmmm... gedean kontol elo" kataku sambil mesih menggeliat dalam pelukannya sementara bajuku sudah terbuka demikian pula kancing celanaku

"Gw pengen isep kontol elo yah" Beni masih berbisik sambil menyentuh belakang telingaku, kudukku, dengan bibirnya

Tanpa menunggu persetujuan dariku kini Beni telah memelorotkan celana dalamku dan beranjak kedepan kontolku yang sudah tegang abis itu,lidahnya membasahi bibirnya dan mulai menjilati kepala kontolku dengan perlahan penuh ekspresi nikmat sementara matanya menatap mataku dengan penuh harap. Aku membiarkan dia menikmati kontolku, lobang kencingku dikilik-kiliknya dengan ujung lidahnya membuat aku terngial-ngial keenakan dan masih dalam tempo yang perlahan kini kepala kontolku mulai diemutnya sementara lidahnya melingkar lingkar memutari kepala kontolku tersebut. Badanku terasa goyah menahankan kenikmatan kehangatan kulumannya sehingga aku beringsut mencapai tepi dipan dan duduk dipinggir dipan tersebut sementara tanpa sedetikpun mulut Beni lepas dari kontolku mengikuti arah gerakanku kedipan tersebut. Belakang kepala Beni aku usap usap sambil sesekali menarik kepalanya agar lebih dalam lagi kontolku masuk kedalam mulutnya itu dan sebelah tanganku mengusap puting susuku yang sudah melenting mengeras akibat rangsangan yang tak terperikan pada kontolku oleh emutan mulut Beni. Semakin lama semakin dalam kontolku masuk kedalam mulut Beni hingga akhirnya sampai kepangkal batang kontolku sehingga jembutku memenuhi pinggir mulut Beni bagaikan orang berkumis lebat setahun tidak pernah dipotong... he he he... Beni menelan kontolku sedemikian rupa hingga ke pangkal kerongkongannya keluar masuk dan semakin lama semakin cepat, tangannya mengeluarkan kontolnya yang item gede berurat kehijauan menghiasi batang kontolnya itu. Dia mengocok kontolnya seirama dengan isepan mulutnya pada kontolku... semakin lama semakin cepat, semakin lama semakin dalam, hingga badanku melenting menggeliat menahankan kenikmatan gesekan lidah dan dinding rongga mulut Beni pada kulit kontolku yang telah mengkilap mengembang tegang itu arrgghh...

"Ben... ahh, sshhh, a.. aku mo... kluarr arrggh" aku merintih

"Yummm... keluarkan aja..." Beni mempersilahkan kontolku muncrat di dalam mulutnya

dan akupun muncrat berkali kali dalam mulut Beni berkali kali hingga sebagian pejuhku mengalir keluar dari mulutnya membasahi dagunya. Raut wajah Beni terlihat sedemikian puas ketika mereguk spermaku yang memenuhi mulutnya bahkan lelehan pejuh yang masih menempel dikontolku dijilatinnya hingga bersih. Tubuhku masih terkulai terbaring dipinggir dipan, Beni berdiri setelah tuntas menjilati kontolku dan dia mengangkat kedua kakiku hingga terkuak lebar dan... tanpa ba bi bu kontolnya yang item gede berurat itu langsung dihunjamkannya kedalam lobang pantatku... arrgghhh, sakit Ben ! tapi bagaikan kesetanan dia mulai mengeluarkan seluruh kontolnya dan kembali mencoblos masuk hingga kandas, keluar lagi dan coblos lagi, demikian berulang kali kontol Beni keluar masuk lobang pantatku hingga aku berteriak teriak kesakitan namun juga keenakan akan hunjaman batang kejantanan Beni

"Aduh Ben... sa..sakit, aww... duh, entotin gw Ben... entotin gw sampai puas Ben... arrgghh, gede banget kontolmu Ben... sshhh, aww, ampun Ben, kontolmu gede banget !" aku setengah meracau keenakan dientot dengan buas dan ganas oleh Beni. Pantatku hingga terlonjak lonjak mengambang diatas dipan ketika Beni menghunjamkan kontolnya kedalam liang anus gw, kepalaku menggeleng kekiri kekanan mengikuti irama sodokan kontolnya dan sesekali tanganku meraba batang kontol Beni yang tertancap diliang anusku itu, wuih... keras banget bagaikan besi baja hangat. Beni semakin bringas, badanku dibalikkannya hingga miring kesatu sisi dan kembali kontolnya menghajar lobang pantatku berulang kali hingga berbunyi kecipak kecipok ploph karena lobang pantatku sudah basah oleh pre cumnya. Ketika aku dientotnya dengan doggy style tangannya yang kekar mencengkeram bahuku dengan kuat membuat aku semakin menggeliat antara kesakitan dengan keenakan dan ternyata geliatku itu semakin menambah buasnya Beni mengentotin aku

"Heh lonte lanang ! Enak gak dientot ama kontol gw" geram Beni diantara dengusan nafasnya yang semakin memburu diselingi dengan geramannya bagaikan harimau jantan tengah mengentotin betinanya

"Ho oh... Ben, enak Ben.... terus Ben, entotin aku Ben... kontol elo gede banget arrgghh... sshh ahhh..." aku merintih

Entah berapa kali Beni berganti posisi dan entah sudah berapa lama pula dia menghajar lobang pantatku ketika akhirnya dia mencabut batang kontolnya dari lobang pantatku dan menjambak rambutku hingga kepalaku tengadah dan Beni mengocok kontol gedenya yang sudah berkilat basah itu didepan mukaku dan.... crrootthh crrootthh... semburan liar pejuh hangat kontol Beni membasahi wajahku, berkali kali dia mengejangkan seluruh tubuhnya seirama dengan muncratan pejuhnya itu bahkan pada semprotan terakhir mulutku dibukanya dengan tangannya yang kekar dan ccrrootthh... pejuh hangat muncrat dari lobang kepala kontolnya yang gede langsung masuk kedalam mulutku yang tengah terbuka itu.... hmm, yummy ! cairan kental anget gurih nan ledzat membasahi rongga mulutku.

"Jilat ! bersihin kontol gw" perintah Beni kepadaku ketika dia berbaring telentang di dipan dengan badan licin basah kuyup oleh keringat dan nafas masih memburu terengah. Dengan senang hati kontolnya yang masih ngaceng tegak berdiri belepotan pejuhnya itu aku jilat, sementara terdengar suara ketiga teman Beni mendekati bedeng tempat aku melampiaskan nafsu jahanam ini dan salah seorang dari mereka telah masuk kedalam bedeng menyaksikan aku telanjang bulat belepotan sperma tengah menjilati kontol Beni

"Buset ! udah ngentot neh Ben ?" tanyanya sambil mengelus lobang pantatku yang masih terbuka berlumuran pejuh sambil sesekali memasukkan dua jarinya yang gede keras kapalan itu kedalam lobang pantatku yang licin

"Ho oh Jon, enak banget lobang pantatnya, lebih enak dari memek pacar gw tuh" kata Beni



Jari Joni yang berbonggol-bonggol gede keras kapalan masih keluar masuk dan berputar putar didalam lobang pantatku yang sudah licin dibasahi oleh precum Beni, sementara aku masih saja menjilati membersihkan kontol Beni. Joni yang terkadang dipanggil Juntak itu berusia sekitar 20 - 25 tahun, tipikal lelaki muda Batak yang fresh from the "huta", wajahnya persegi keras tubuhnya "pendekar" (pendek dan kekar), logat bahasanya masih kental dan wow... kontolnya yang gede masih uncut ! Diantara kelima pekerja itu dialah yang paling slebor berpakaian, celana jeans bututnya sedemikian sempit membalut kakinya sehingga bentuk kontolnya tercetak nyata dicelananya tersebut dengan robekan disana sini dan terutama disekitar kontolnya yang gede itu tampak bahan jeans tersebut menipis aus mungkin karena keseringan digosok-gosok oleh yang empunya kontol, ritsleting celana jeansnya sudah rusak hingga terbuka begitu saja memaparkan jembut hitam ikal milik Joni bahkan kancing celananyapun sudah tidak berfungsi lagi, dia hanya mengikat dengan seutas tali agar celananya tidak merosot. Demikian pula dibagian pantat celananya sudah tipis bahkan robek disana sini menampakkan daging pantatnya karena dia tidak memakai cd. Bajunya buntung dengan jahitan yang sudah tetas dari mulai bagian ketiak hingga ke bagian pinggangnya yang ramping sehingga kedua sisi rusuk dadanya yang berotot dapat terlihat dengan jelas, ditambah lagi robekan dibajunya setentang puting susunya yang item gede melenting membuat setiap lelaki sakit seperti diriku ini ngiler abis ingin menjilat putingnya itu.

"Nonton di Grand yuk" kata Joni padaku dengan jarinya masih merojok rojok lobang pantatku

"Ahh... lagi males nonton, ngapain juga..." jawabku sembali menjilati bibirku membersihkan lelehan pejuh Beni yang masih menempel disana

"Ya bukan untuk nonton, tapi aku pingin ngentot kau sambil ditonton orang... getooo" sergah Joni

"Dasar batak gila seks... he he he..." Beni yang masih telanjang bulat telentang di dipan berkomentar

"Ayolah... aku udah pingin kali nih" kata Joni padaku

Dengan menumpang angkutan kota kami tiba dibioskop Grand, masuk diruang tunggu tampak ada belasan orang saja yang sudah menunggu disana, rata rata dari kelas ekonomi lemah, tampak dari tampang mereka bersendal jepit, berpakaian seadanya, dan ada dua atau tiga banci yang juga sedang menunggu disana khas dengan suaranya yang sember bak kaleng pecah. Beberapa orang lagi bercanda dengan banci yang emang lagi cari kontol nganggur di bioskop tersebut bahkan ada yang tak segan segan mengeluarkan kontol dari celananya menggoda para banci sialan tersebut sehingga mereka riuh ramai tertawa sambil melontarkan kata-kata kotor. Tak berapa lama loket karcis dibuka dan dalam tempo sekejap semua orang sudah masuk kedalam gedung bioskop yang kumuh, suram, berbau dan sumpek tersebut. Aku dan Joni mengambil tempat duduk dibarisan belakang dan telah ada beberapa orang yang juga sudah duduk dibarisan tersebut. Suara dalam gedung bioskop tetap saja ramai dan beberapa orang masih saja berseliweran kesana kemari padahal film di layar perak sudah mulai ditayangkan. Aku memperhatikan sejenak kesegala arah ternyata tak satupun penonton yang tekun memperhatikan jalannya film kwalitas sangat jelek dan buram bergerimis yang sedang diputar, masing masing sibuk dengan urusannya masing masing pula. Demikian pula Joni, dia menarik tanganku dan meletakkannya ke kontolnya yang sudah tegak menjulang keluar dari ritsleting celananya dan tangannya yang satu lagi menggerayangi tubuhku membuka baju dan celanaku dan memilin milin puting susuku.

"Kau tengok disana..." kata Joni berbisik di telingaku sambil menunjukkan arah disudut kanan belakang gedung bioskop tersebut.

Tampak olehku banci tadi sedang digilir oleh beberapa orang, dientot mulut dan pantatnya secara bersamaan. Disudut kiri belakang sama halnya, tampak sekelompok orang sedang mengangkat menurunkan tubuh banci yang lain dengan kaki terkuak lebar sementara ada seorang yang berbaring dilantai dengan kontolnya yang gede mencuat menjulang keluar masuk kedalam lobang pantat banci tersebut dan beberapa orang lainnya menyaksikan permainan tersebut sambil ngloco agaknya menunggu giliran.

Joni menarik tubuhku untuk beranjak ke lorong tengah, aku setengah takut setengah ingin, menurut saja ajakan Joni. Ketika berjalan kearah lorong tersebut Joni sudah mulai menyodok nyodokkan kontolnya ke sela pahaku dan blesss... dengan tanpa susah payah kontol Joni masuk kedalam lobang pantatku... arrgghh... aku merasakan sensasi yang luar biasa berjalan didepan orang ramai dengan kontol menancap dilobang pantat. Setibanya dilorong tengah, aku bertumpu pada pegangan kursi dan Joni mulai menggenjot kontolnya dilobang pantatku, dia tidak perlu membuka celana jeansnya karena kontolnya sudah sedemikian leluasa mengentotiku melalui bukaan ritsleting rusak celananya, sementara aku hampir telanjang bulat hanya memakai baju yang sudah terbuka semua kancingnya sementara celanaku sudah tanggal dalam perjalanan dari tempat duduk ke lorong tengah tadi... gila ! Dalam hitungan detik beberapa orang mulai mengelilingi kami yang sedang mengentot tersebut, ada yang mengelus kontolku dan tak segan langsung mengemutnya sementara aku terlonjak lonjak dientot kontol Joni sehingga otomatis kontolku terlonjak lonjak pula keluar masuk mulut orang yang mengoralku. Ada yang naik kebangku sambil menyodorkan kontolnya kemulutku untuk kutelan abis sampai kepangkal kontolnya keluar masuk dipangkal kerongkonganku.

"Shrriieekk...!" aku dengar suara robekan, ternyata ada orang yang sedang memperlebar robekan celana Joni dibagian pantatnya dan menyodomi Joni dengan buas, hentakan rojokan kontolnya dilobang pantat Joni sedemikian kuat dan kencang sehingga terasa sampai ke lobang pantatku karena kontol Joni juga ikut terdorong lebih jauh mengaduk-aduk isi jeroanku arrgghh... Entah berapa kontol yang sudah keluar masuk mulutku dan entah berapa banyak pula muncratan orang diwajah - dirambut - didada dan didalam mulutku, tapi kontol Joni masih saja gagah perkasa menghunjam lobang pantatku bahkan semakin cepat - semakin kuat dan semakin dalam menyetuh kelenjar prostatku, bahkan setidak tidaknya aku sendiri sudah tiga kali muncrat didalam mulut orang orang yang mengambil kesempatan mengoral aku ketika Joni mengentotiku di dalam gedung bioskop tersebut namun kontol Joni masih saja gagah perkasa tegang mengeras bagaikan panel baja didalam liang sanggamaku. Beberapa kali kami bergeser berpindah tempat didalam gedung tersebut bagaikan mimi lan mintuno, atau anjing gencet, karena kontol Joni tetap berada dalam lobang pantatku tatkala kami berjalan... gila, enak banget berjalan dengan kontol tersumbat dilobang pantat, tak dapat kulukiskan bagaimana nikmatnya saat tersebut.

Akhirnya Joni mencapai juga saat yang dinantikan yaitu orgasme hebat muncrat sambil setengah menggeram berteriak sementara tangannya yang kekar mencengkeram tubuhku dengan erat, ketika satpam bioskop tersebut ikut nimbrung mengentoti Joni dengan kontolnya dan bergantian menyodok lobang pantat Joni dengan pentungan karetnya bagaikan dildo gede, membuat Joni menggila persis kaya warok reog ponorogo mabok kesurupan mengentoti gemblaknya yaitu aku, dia mengangkat kedua kakinya hingga tak menjejak lantai gedung tersebut dan menumpukan seluruh berat badannya sambil mengeliat geliat dikontolnya yang tertanam didalam lobang pantatku bagaikan seluruh kemaluannya berikut biji pelernya yang gede itu menyeruak masuk menyatu didalam tubuhku. Keringat sudah bercucuran habis membasahi tubuh kami, licin, basah kuyup, sejenak tubuh Joni terkulai memeluk belakang tubuhku yang masih dalam keadaan nungging, berdua kami mengatur nafas kembali setelah melewati permainan gila-gilaan di dalam gedung bioskop Grand, sementara satpam bioskop dan penjual tiket sedang ngocok abis-abisan dan akhirnya mengejang menggeram melenguh menyemprotkan pejuh mereka yang kental hangat dan legit ke tubuhku dan tubuh Joni yang tengah terengah-engah menyatu bersetubuh itu... arrgghh. Sementara lampu gedung sudah kembali terang benderang sehingga seluruh orang yang ada didalam gedung tersebut menyaksikan persetubuhan kami diiringi siraman air mani satpam bioskop dan penjual tiket. Tepuk tangan membahana didalam gedung bioskop itu, bukan applaus terhadap film yang entah kapan mulai dan entah kapan selesai, tapi untuk pertunjukan perkentotan aku dan Beni... akibatnya Beni kembali meregang mengejang sambil menumpukan seluruh berat badannya dititik tumpu yaitu kontolnya yang berada didalam lobang pantatku, sementara pentungan karet item milik satpam masih juga tertancap didalam lobang pantatnya bergerak naik turun seirama dengan muncratan kontol Beni didalam lobang pantatku...



Orangnya tinggi slim tetapi badannya padat dengan bentuk tubuh V-shaped yang sangat menggiurkan setiap lelaki sakit seperti diriku, rambutnya gondrong ikal hitam mengkilap mirip rambutnya Rangga dalam AADC, ada tindik perak di anak kuping kanannya dan tatoo kecil di daerah leher kirinya, dadanya bidang dengan otot dada menggelembung tercetak di kaos ketat yang selalu dipakainya, perutnya... aduuuh, ga tahan neh... tipis rata berbonggol-bonggol otot, pinggangnya ramping dan tungkai bawahnya panjang langsing mirip tungkai negro dan yang paling penting ya apalagi kalau bukan tonjolan kontolnya yang tercetak guede di celana jeans cut off low hang itu. Namanya sangat sederhana - Udin.

Udin terlihat yang paling cool dan paling misterius diantara ke empat pekerja tersebut. Tak banyak bicara namun dalam bekerja di lapangan tersebut kelihatannya dia paling diandalkan oleh Warsa, mandor mereka, tenaganya bagaikan kuda jantan ketika mengangkat berbagai peralatan ataupun menarik tumpukan puing besi yang ada disana, aku paling horny melihat dia bekerja apalagi di tengah hari yang terik, keringatnya membasahi sekujur tubuhnya, rambutnya yang gondrong lengket di lehernya yang mengkilap oleh keringat, dan otot pahanya yang meregang mengendor juga mengkilap oleh lumuran keringatnya itu membuat aku hampir tak tahan untuk segera menghamburkan diri ke selangkangannya ingin menjilati membersihkan lelehan keringat yang membasahi area tersebut, terutama kontolnya yang guede lengkap dengan piercing anting baja putih yang menghiasi frenulum kontolnya dan mengulum biji pelernya yang juga tak kalah menawan gede bagaikan dua granat tangan tergantung diselangkangannya itu... arrgghh.

Malam ini akhirnya aku berhasil juga mengajak Udin makan diluar setelah beberapa kali dia menolak ajakanku (mungkin krn dia faham betul ada udang dibalik batu atas ajakan tersebut he he he), ya... makan malam yang sederhana di warung pinggir jalan sate torpedo kambing lengkap dengan sopnya dan tentunya secara sengaja pula aku sodorkan minuman keras kelas bawah, cap tikus, yang sangat terkenal cepat memabokkan bagi yang menenggaknya. Dan kini wajah Udin sudah terlihat memerah dan bicaranya juga mulai menggelontor dari mulutnya setelah sekian lama berdiam diri sejak berangkat dari lokasi proyek sampai ke warung tersebut... yezz ! the moment that i wait for

"Din, kita ke kost aku dulu yah" kataku ketika selesai membayar makan malam kepada yang empunya warung

"Hmm.. mo ngapain ?" tanya Udin ketika beranjak meninggalkan warung tersebut

"Ada yang ketinggalan, aku mo ambil di kamar kost" aku membuat alasan saja

Akhirnya tibalah kami kekamar kost aku, Udin mengikuti saja bagaikan kerbau dicocok hidungnya, mungkin karena pengaruh alkohol cap tikus tersebut sudah membuat otaknya tak dapat lagi berfikir panjang selain mengikuti saja kemauanku, dan ini yang aku harap dari beberapa hari belakangan ini - Udin dan aku berduaan di dalam kamarku... hmm, yummy. Aku membiarkan dia rebahan di tempat tidurku, kedua kakinya masih menjuntai ke lantai, dari celah celana jeans cut-offnya aku menatap biji pelernya yang terselip disitu... ok man, sebentar lagi itu biji juga akan masuk dalam kuluman mulut jahanamku, aku membatin. Aku berpura-pura sibuk mencari sesuatu dan akhirnya aku ambil lap-top dan beberapa keping vcd bokep milikku, dan memasang menghidupkan lap-top tersebut.

"Mo liat-liat film dolo kaga Din ?" sambil menyetel film tersebut di lap-top yang aku letakkan di atas meja yang terletak persis disamping tempat tidurku dalam kamarku yang sempit ini.

"Film paan ? tanya Udin yang masih juga bermalas-malasan rebahan di tempat tidur

"Yee... nih elo liat aja dolo Din" film mulai tertayang di layar monitor dan Udin yang masih juga rebahan menolehkan kepalanya menatap ke monitor tersebut.

"Aku ke kamar mandi dolo ya Din" kataku sambil menanggalkan celanaku hingga telanjang bugil meninggalkan dia sendirian di kamarku

Sengaja aku agak berlama lama di kamar mandi sambil mengintip dari celah pintu bagaimana reaksi Udin ketika melihat film yang tengah beraksi di layar monitor lap-top aku... bingo ! aku melihat tonjolan kontol membesar menggembung di celana Udin yang tengah rebahan sambil sesekali mengusap kontolnya, sementara matanya seakan tak lekang menatap layar monitor tersebut. Suara desahan lenguhan teriakan terdengar sangat nyaring karena volume suara lap-top sengaja aku buat maksimal sehingga pasti mau tak mau akan menarik perhatiannya. Udin semakin bernafsu, tangannya yang sebelah mengusap-usap pentilnya dan yang sebelah lagi terkadang meremas mengenggam tonjolan kontolnya itu.

"Gimana Din ? asyik ga' filmnya" kataku ketika keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidurku untuk selanjutnya aku rebahan disampingnya.

"Hmm... ho-oh asyik juga tuh" kata Udin yang mukanya semakin memerah akibat pengaruh alkohol dan pengaruh rangsangan film bokep tersebut

"Kontol elo gede buanget Din !" kataku sambil mulai ikutan mengelus tonjolan kontolnya yang sudah tidak dapat diajak kompromi lagi

Tanganku mulai menggerayangi paha dan selangkang Udin, dia tak banyak protes, membuat aku semakin berani saja menambah besar robekan menyingkapkan celah celana jeans cut-offnya sehingga kontol dan biji pelernya keluar bebas. Lidahku mulai menjilati biji pelernya bergantian, Udin terngial mendesah, lidahku mulai menelusuri sambil mengkilik-kilik batang kontolnya yang item gede berurat itu, Udin menggeliat menggelinjang namun matanya masih menatap lekat ke layar monitor, setelah beberapa kali aku kembali mengulum biji pelernya dan mengkilik-kilik batang kontolnya kini petualangan lidahku sudah mencapai cincin anting baja di frenulumnya dan menjilati pinggir kepala kontolnya...

"Kapan elo tindik kontol elo ini Din ? tanyaku sambil menggenggam batang kontol Udin yang extra large dan menjilati kepala kontolnya dengan nikmat

"Hmm... dulu, waktu aku kerja di bar di Bali" jawab Udin dengan cuek dan dingin

Film pertama telah habis kini aku ganti dengan vcd bokep gay dan... Udin mulai menggerayangi bokongku ketika aku nungging tengah menggantikan disc. Jari tangannya sama seperti tangan teman pekerja lainnya, keras dengan jari berbonggol gede kapalan dan arrgghh... jarinya masuk kedalam lobang pantatku. Aku membiarkan saja dia mengeksplorasi lobang pantatku dengan jarinya dan kini dua jari masuk dan aww... tiga jari tangan Udin masuk dan mengobok obok liang sanggamaku membuat aku menggeliat menggeol-geolkan pantatku seirama dengan kobokan jari tangannya yang kekar berbonggol itu di dalam lobang pantatku. Film telah mulai berputar lagi, namun Udin sudah lebih banyak memperhatikan aku demikian juga aku segera membalikkan badan dan menindih tubuh Udin yang masih telentang rebahan di tempat tidur. Aku peluk tubuhnya yang kenyal padat berisi itu, aku ciumi setiap jengkal lekuk dan tonjolan otot tubuhnya, kedua puting susunya yang sudah melenting mengeras itu aku jilati dan sekali kali aku gigit dengan lembut, sementara Udin mulai berkeringat licin nafas tersengal sengal dan tangannya mengusap usap liar kulit tubuhku yang putih halus mulus ini.

Udin mendekap tubuhku dengan erat dan membalikkan tubuhnya hingga kini posisi aku dibawah dan Udin diatas, kedua kontol kami saling bergesekan, dia mencipokku dengan rakus, menggigiti leherku dengan ganas dan mencaplok tetekku dengan rakus, kini Udin berubah menjadi liar dan buas, tangannya yang kekar mencengkeram meremas tubuhku dan dengan sebelah tangan dia membuka anting baja di frenulum kontolnya. Tanpa membuka celana jeans cut-offnya dan tanpa memberikan banyak kesempatan kontolnya yang gede berurat berkilat basah oleh precum yang menjulang gagah perkasa keluar dari robekan celah celananya itu langsung mencoblos lobang anusku... cprroth ! arrgghhh

"Hmmpph... duh enak Din...arrgghh oh sakit, ...sshhh lagi Din, lebih dalam... ohh sshhh kontol elo gede banget Din.... hmmpphh.. entotin aku Din.... perkosa aku Din, entot ...."

aku mendesah merintih meracau ditengah hunjaman cipokan gigitan dan kuluman mulut Udin ketika kontol gede Udin merojok lobang peranakanku berulang kali dan berulang kali. Dia sangat piawai dalam memainkan rojokan batang kejantanannya yang keras kenyal kaya kontol kuda itu, sambil terkadang memutar mengeolkan pinggangnya dilanjutkan dengan hentakan hunjaman sedalam mungkin sampai kandas kepangkal kontolnya dan untuk kemudian mencabutnya dengan cepat dan menghunjamkan kembali kedalam anusku membuat aku terpekik menjerit sakit tapi enak banget tak terperikan oleh kata-kata ketika pejantan muda perkasa ini menyetubuhiku.

"Arrgghh... entotin aku, shhh... enak mas... aduh kontolmu gede banget.... arrgghh..."

Bergulingan ditempat tidurku dengan kontolnya tetap tertancap didalam lobang pantatku, aku berada diatas Udin mengendarai kontolnya yang mengaduk aduk isi liang anusku dan kembali bergulingan hingga dia berada diatas tubuhku...arrgghh.... Udin yang perkasa mengangkat menggendong tubuhku sementara tancapan kontolnya masih berada gagah perkasa merojok lobang pantatku. Dia menggendong aku sambil mengentotiku, tangannya menaik dan menurunkan bokongku membuat lobang pantatku semakin gede dihajar oleh kontol kuda miliknya. Ampun bang, kontolmu gede banget.

"Arrgghh... entotin aku, shhh... enak mas... aduh kontolmu gede banget.... arrgghh, entotin aku... bajingan ngentot... entot entooot !"

Kembali dia membanting tubuhku ditempat tidur bersamaan dengan tubuh kekarnya menindih aku dan kontolnya tetap tertanam dalam dilobang pantatku... nggeekk, nafasku serasa putus ketika dia menimpa tubuhku... ohh, Udin yang mabok lagi menggila mengentot habis-habisan. Lepas dari lobang pantatku langsung pula kontolnya merojok mulutku... oh, shit ! pahit terasa sisa kotoranku yang melekat pada batang kontolnya tapi dia tidak menghiraukan aku lagi, mulutku dientot habis-habisan oleh kontol kuda miliknya dan....

"Ahh shhh ahhh... a.. aku... mo ke... kluar..." Udin menggeram menggeletar mengejang bagaikan singa jantan muda yang tengah mengentotin betinanya

crrootthh crrootthh.... berulang kali semburan pejuh hangatnya membubus muncrat didalam mulutku langsung masuk kedalam kerongkonganku.... arrgghhh bastard ! ... ohh yezz... ohh shit ! membuat aku juga memuncratkan pejuhku yang sudah sedari tadi aku tahan tahankan hingga membasahi perutku bercampur dengan basahnya keringat kami berdua.

Sejenak dia terdiam terkulai ketika semburan pejuh terakhir dari kontolnya muncrat didalam pangkal kerongkonganku... untuk selanjutnya dia kembali rebahan ditempat tidurku, dengan nafas yang masih terengah-engah memburu diiringi dengan erangan orgasme yang luar biasa

"Enak banget bool elo, gila ! lebih enak dari memek lonte, gw bisa ketagihan neh" kata Udin disela sela engah nafasnya.

"Hmm... bajingan, elo boleh kapan saja kemari kalau elo lagi pengen ngentot..." jawabku sambil merebahkan kepalaku diatas dadanya yang bidang sambil menikmati aroma bau khas keringat lelaki jantan perkasa dan mengusap usap perutnya yang berotot jembutnya yang basah kuyup dan kontolnya yang masih saja gede setengah ngaceng walaupun baru saja muncrat abis-abisan didalam mulutku, sementara jari tangan Udin sudah kembali menancap mengobok-obok lobang anusku... dasar maniak seks!









.

7 comments:

  1. horny nih untuk jablay yang doyan besar 085811499096 087873956101 081319652190 087885129829 minggu aja ya

    ReplyDelete
  2. hub aku dong kesepian nih 081315882727

    ReplyDelete
  3. entotin ak dong pliss ak dah ga tahan nih

    ReplyDelete
  4. yg suka PS 085265692933

    ReplyDelete
  5. aq rahmat
    bot
    tinggal medan p.simalingkar
    08319773554

    ReplyDelete
  6. Saya topan saya bot umur 20 tinggal di bekasi mencari pejantan top ini nomor saya 082156383012

    ReplyDelete